Estimasi dalam laporan baru

Google mengumumkan edisi ke-11 laporan e-Conomy SEA pada 21 Oktober 2026. Laporan berjudul Building the Intelligent Economy yang disusun bersama Temasek dan Bain & Company itu memperkirakan nilai transaksi bruto atau gross merchandise value (GMV) ekonomi digital Asia Tenggara mencapai US$368 miliar pada 2026, naik 17% dibandingkan tahun sebelumnya. [1]

Proyeksi bukan realisasi

Dalam pengumumannya, Google menyebut laporan tersebut memproyeksikan nilai ekonomi digital kawasan melampaui US$1 triliun pada 2035. Angka 2026 dan arah pertumbuhan jangka panjang itu merupakan estimasi serta proyeksi penyusun laporan, bukan konfirmasi realisasi setahun penuh maupun jaminan hasil pada 2035. [1]

Cakupan kawasan, bukan Indonesia saja

Laporan mencakup Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, Brunei, Kamboja, Laos, dan Myanmar. Google menyatakan Timor-Leste belum masuk analisis karena keterbatasan ketersediaan dan kualitas data terkait ekonomi digital serta AI. Karena itu, angka US$368 miliar tersebut tidak merujuk pada Indonesia saja. [1]

Sektor yang ditelaah

Lima kelompok kegiatan yang ditelaah adalah perdagangan elektronik, perjalanan, makanan dan transportasi, media daring, serta layanan keuangan digital. Laporan juga membahas kondisi dan prospek pendanaan teknologi di kawasan. Pengumuman ini menjadi dasar pemberitaan mengenai temuan penyusunnya; estimasi, metodologi, serta dampak ekonomi aktualnya tidak diverifikasi secara independen dalam berita ini. [1]

Sumber & referensi

  1. Google — Southeast Asia’s digital economy to hit $368 billion, 21 Oktober 2026